Senin, 14 Maret 2011

Gomen.. angel-chan (part 7)

Title: Gomen.. angel-chan

Part(s): 7

Genre: Angst, Romance (?), sad ending, death-fic

Author: @red_AKUMA

“sensei…wajahmu pucat..kau sakit??” Tanya Angel. “ah?? Oh.. ahahaha tidak apa..hanya efek begadang semalaman” fabian mencoba berkelit dengan senyum tipis yang agak dipaksakan, tapi dia tetap tidak bisa menyembunyikan kesakitan yang tiba-tiba menyerangnya. “fabi-sensei?? Daijobu?? Sensei kenapa? Sepertinya sakit sekali” angel khawatir melihat fabian meringis sambil memegangi dadanya, “tidak.aku tidak apa-apa. Hanya..sedikit masuk angin. Baiklah.. aku duluan ya..” ia lalu meninggalkan angel yang masih berdiri keheranan.

Fabian hampir sampai di rumahnya ketika rasa sakit itu semakin menjadi…

“ah..sial…lagi-lagi kambuh di saat yang tidak tepat!!” runtuknya dalam hati. Cepat-cepat dia buka pintu rumahnya.. “ah.. kunci!! Sampai lupa…” batinnya. Ia mengeluarkan sebuah anak kunci dari sakunya lalu mencoba menjejalkannya ke lubang kunci. Tangannya gemetar, sulit sekali memasukkan kunci itu. “sial~sial~siaaalll~~ masuklah…kumohon..cepat!!!” *CKLEK* “terbuka!! Akhirnya!!” Fab segera masuk.. “a..aku..pulang…” katanya dengan terbata karena mengucapkannya sambil menahan sakit.

fabian mencari-cari botol itu, tidak ada di laci…dimana botol itu?? Ia lupa dimana terakhir kali meletakkannya… ia sudah mencarinya di meja makan meja tv, sofa, kasur, tetap tidak ada. dimana terakhir kali ia letakkan botol itu?? “tidak ada..tidak ada…ayolah fabii~ ingat-ingat lagi,, dimana terakhir kau simpan?? Pelupa sekali sih!!” umpatnya dalam hati.

“akh!! Sesak..aku tidak kuat…apa yang harus kulakukan?? Sakit sekali..Aku benar-benar tidak kuat..” dadanya semakin berat, jantungnya sakit..seperti ada tangan tak terlihat yang meremasnya. “dokter!! Iya..aku butuh dokter!!” cepat-cepat ia merogoh sakunya dan mengambil hp lalu men-dial kontak dengan ID ‘Dr. Joe’

Di rumah Dr. Joe…

“hmm.. mengapa hari ini semua acara tv begitu membosankan?? Adakah tayangan lain yang lebih bermutu dari sinetron??” runtuknya sambil mematikan TV. *DRRRTTT**DRRRRT* hpnya bergetar di meja. “telpon?? Malam-malam begini?? Siapa??” batinnya. Lalu ia melihat nama si penelepon, sedikit heran tapi ia angkat cepat-cepat “fab? Ada apa malam-malam begini?” tanyanya. “dok..bisakah..dokter datang ke rumah..malam ini??aku..dalam..masalah..” jawaban dari sebrang telpon terdengar sangat menyakitkan. “hey!! ada apa?? Kau kenapa??” joe panik mendengar nada bicaranya. Sementara itu, meski sulit fabian masih berusaha menjelaskan apa yang ia rasakan di tengah rasa sakit luar biasa yang menderanya “dok..a..aku…jan..jantung..ku…arghh!!” dadanya panas…sesak…bisa ia rasakan jantungnya berdebar sangat cepat, “fab!! Fab!! Kau bisa dengar aku?? Bertahanlah!! Jangan tutup telponnya, Aku segera datang!!” joe tahu ini serius, ia segera menstarter mobilnya, memacu mobilnya secepat mungkin.

“do..dokter.. to..tolong..ak..u..ugh!! se..sak…da..dada..ku..se..sep..seperti..akan..me..le..dak..ARRRGGGHHH!! jan..tung..ku…” Fabian memegang dadanya, jantungnya sakit sekali..seperti diremas-remas.. dia benar-benar tidak berdaya.. “fab!! Obat!! minum obatnya!!”. Tapi hanya rintihan kesakitan yang lemah yang terdengar dari hp nya, joe makin panik dan mempercepat laju kendaraannya. “dok…ak..ku..tid..ak..ku..at..la..g…i…jan..tung…ku….” suara itu makin melemah, dan..

*BRUKKK*

joe mendengar suara benda berat yang jatuh, “fab!! Fab!! Kau bik-baik saja?? Fab!! “ namun tidak ada jawaban… joe langsung mendial nomor RS tempatnya praktek, lalu meminta ambulans datang ke alamat fab.

Fabian masih setengah sadar, ia jatuh tergeletak di lantai rumahnya, hp nya terpelanting ke sudut ruangan… ia tidak bisa mengambilnya, jantungnya terasa sakit sekali.. mungkin dewa kematian sedang berusaha mencabut nyawanya. sekarang ia pasrah apapun yang akan terjadi..bahkan kemungkinan terburukpun, dia siap menerimanya.

1 menit kemudian

“fab!!” Joe segera masuk dan menghampiri fabian yang terkapar di lantai. tidak ada suara, hanya rintihan kecil dari pasiennya yang kini berusaha mempertahankan kesadarannya yang makin menipis. Joe memeriksa keadaannya… detak jantung..denyut nadi.. “gawat…semuanya melemah” gumam joe, ia lalu menyuntikkan suntikan adrenalin dan mengenakan semacam alat pijat jantung portabel pada fabian untuk memacu detak jantungnya yang semakin lemah, sambil menunggu ambulans joe terus memantau tanda-tanda vital fabian. “hmm…sepertinya ini cukup membantu…”gumam joe ketika melihat alat itu bekerja dengan baik.

Tidak lama, ambulans akhirnya datang… fabian segera dibawa ke RS oleh tim medis dan joe mengikutinya dari belakang. “kasihan sekali dia... padahal masih muda…” gumamnya di mobil.

To Be Continued

Gomen.. angel-chan (part 6)

Title: Gomen.. angel-chan
Part(s): 6
Genre: Angst, Romance (?), sad ending, death-fic
Author: @red_AKUMA

Hari perlombaan…

Angel sudah siap menunggu gilirnya di belakang panggung sambil sesekali mengintip ke bangku penonton…”fabi-sensei mana sih??” dia mulai gelisah.

Sementara itu, sedikit-demi sedikit fabian mulai tersadar…pandangannya terpaku pada angka jam digital di kamarnya.. “huh,,aku masih hidup ternyata…astaga!! Perlombaannya!!” walaupun kondisinya masih lemah, dia langsung berangkat ke tempat pertandingan. “hufth.. untung masih keburu… pulang dari sini aku harus ke apotik, atau langsung ke dokter joe?? Ah entahlah” pikirnya ketika sudah duduk di bangku penonton.

Akhirnya tiba giliran angel… permainannya sangat baik, tidak ada kesalahan sedikitpun. Fabian tesenyum bangga melihatnya. Ketika permainannya selesai, Angel yang melihat senseinya langsung tersenyum lebar.

Saat yang dinantikan akhirnya tiba… pengumuman pemenang. Juara 3..juara 2.. sudah disebut semua. Tinggal juara 1.. dan.. “juara 1 lomba piano SMA tahun ini adalah~~ ANGEL!!!” juri menyebut nama angel dengan keras. Angel langsung maju ke podium dan berkata di depan mikrofon “arigato....fabi-sensei”.

Fabian segera mengirim sms ke angel:

“CONGRATZ ya muridku angel-chan!! TWO THUMBS UP! b^_^d “

Dengan cepat angel balas:

“makasih banyak fabi-sensei :D oh iya.. yang waktu itu… waktu aku bilang aishiteru, sensei kenapa?? Ada yang sensei sembunyiin ya??”

Fabian hanya menatap sms itu, lalu dia memutuskan untuk tidak menjawabnya dulu. Ya, dia harus pulang. Dia lupa nama obat yang harus dibelinya itu dan Baru ingat kalau botol obatnya tertinggal. Fabian segera keluar dari gedung pertunjukkan, dia pergi dengan tergesa-gesa sampai ada suara yang memanggilnya “SENSEI!!!” ya, suara angel.. gadis itu masih penarasan dengan yang fabian katakan waktu privat..

“ah, dia lagi..oh please help me god!! Jauhkan dia dari sisa hidupku agar dia tidak melihatku mati ” batin fabian. Angel menghampirinya “sensei..anu..yang waktu itu…” angel seditik ragu-ragu menanyakannya, “ah..sudah kubilang, lupakan saja, itu bukan apa-apa. Tapi kalau kau tetap memaksa ingin mengetahuinya, bersabarlah. Sebentar lagi kau akan tahu maksudku” katanya dengan senyum tipis.


To Be Continued

Gomen.. angel-chan (part 5)

Title : Gomen.. angel-chan

Part(s): 5

Genre : Angst, romance (?), sad ending, death-fic

Author : @red_AKUMA


Malam harinya, fabian sedang berbaring di sofa sambil bermain game. Tiba-tiba hp nya berbunyi. Ketika melihat layar hp nya dia langsung bergumam “sms..angel?? hmm..”

Isinya:

“ Sensei, akhir-akhir ini sikapmu aneh… ada apa?? Daijobu desuka? Oh iya, besok maukah melihat penampilanku?”

Fabian hanya tersenyum lalu membalas:

“ umm.. daijobu desu ^^ hanya ingin kamu lebih fokus saja kok. Baiklah, besok aku akan datang ;) ”

Lalu dengan cepat angel membalas:

“arigato fabi-sensei ^/,\^ ditunggu kedatangnnya :D “

Fabian hanya tersenyum membaca sms itu, lalu melajutkan gamenya. Tiba-tiba…dadanya terasa berat. Sangat berat…dan panas.

“agh…sial…kambuh lagi” sesak..sangat sesak.itulah yang dia rasakan. Dia tahu, di saat seperti ini, dia harus segera meminum obatnya. Dia berusaha berjalan ke kamarnya, walaupun setiap langkahnya terasa sangat menyiksa akhirnya dia berhasil mencapai kamarnya. Ia segera mencari obat itu di laci mejanya…

“ada!!” batinnya dalam hati ketika menyentuh botol itu. Tapi ternyata obatnya sudah habis dan dia lupa membelinya lagi. “a.apa…habis??” dia semakin panik tapi tetap berusha menenangkan diri, “tenang fabi..tenang..tidak usah minum obat itu pun tidak akan apa-apa..tenang….” lalu dia berjalan kearah kasurnya. Nafasnya benar-benar sesak, tangannya masih memegangi dadanya., pandangannya mulai kabur…1 langkah.. 2 langkah…

Telapak tangannya bisa merasakan detak jantungnya yang semakin lambat tapi sangat keras...pandangannya mulai gelap..lama-lama dia mulai tidak bisa bernafas..tidak bisa merasakan detak jantungnya lagi…dan… *BRUKKK* Fabian jatuh tertelungkup. Dia tak sadarkan diri.


Sementara angel….

“hmm.. kenapa perasaanku tidak tenang ya?? Apa terjadi sesuatu pada sensei?? Tapi tadi dia bilang daijobu..berarti dia baik-baik saja.. ah tapi apa salahnya kalau kutelpon saja??” lalu angel men-dial kontak dengan ID “Fabi-sensei” tapi tidak ada jawaban…


To Be Continued

Gomen.. angel-chan (part 4)

Title: Gomen.. angel-chan
Part(s): 4
Genre: Angst, Romance (?), sad ending, death-fic
Author: red_AKUMA

1 minggu sebelum perlombaan…

Fabian masih melatih angel. Dia masih bisa melatih dengan baik walaupun sambil sesekali menahan rasa sakit yang menyerang jantungnya secara tiba-tiba. “Angel-chan, teruskan dulu sendiri ya. Sensei.. mau ke toilet sebentar” katanya sambil berusaha tersenyum. Dia selalu menyembunyikan botol air mineral kecil dan obat nya di saku celana agar bisa digunakan saat keadan begini. “baik sensei.” Jawab angel yang masih serius dengan tuts-tuts pianonya hingga ia tidak sadar kalau wajah senseinya sangat kesakitan.

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan ini, fabian langsung melesat ke toilet, lalu menutup pintunya dengan tenang. Dia duduk di closet sambil memegang dadanya yang terasa sakit dengan satu tangan, sementara tangan satunya lagi digunakan untuk meminum obatnya. “fiuh~~ selamat..selamat.. untung tadi angel-chan tidak begitu memperhatikan” gumamnya setelah merasa agak baikan lalu ia kembali ke tempat angel seolah tadi dia hanya buang air kecil saja.

Privat terakhir sebelum perlombaan dimulai..

“Sensei…apa besok aku bisa menang ya??” Tanya angel ketika selesai privat. “bisa kok.. sensei yakin angel-chan pasti bisa menang” fabian sangat yakin akan hal itu, karena melihat perkembangan permainan angel yang sangat cepat. “tapi sensei…aku tetap tidak yakin..” rupanya pendapat fabian tidak berpengaruh.

“Angel, kita sudah berlatih keras sampai hari ini. Sensei yakin kamu bisa. Ingat itu angel..jangan kecewakan fabi-sensei dengan menyerah sebelum bertanding. Oke?” kata fabian. Sebenarnya ia merasa berat harus mengakhiri privat ini, dan jauh lebih berat mengingat bahwa umurnya tidak akan lama lagi. “umm. Hai’! fabi-sensei” jawab angel disertai anggukan penuh keyakinan dan senyumannya yang manis. “ahaha anak pintar” fabian mengacak-acak rambut angel.

Lalu angel menatap fabian dengan penuh makna.. “he?? Kenapa?” dia sangat heran melihat kelakuan muridnya itu. “aishiteru..sensei…” kata angel dengan malu-malu.

Sebuah kata yang sangat diharapkan fabian, tapi tidak dalam kondisi seperti ini. Tidak dengan umurnya yang tinggal sebentar lagi. “hei, anak kecil sepertimu tidak boleh bicara seperti itu!!” fabian tidak sengaja membentak angel, lalu buru-buru meralat ucapannya “tidak denganku…” katanya sedikit berbisik lalu dia meninggalkan angel.

To Be Continued

Gomen.. angel-chan (part 3)

Title: Gomen.. angel-chan
Part(s): 3
Genre: Angst, Romance (?), sad ending, death-fic
Author: red_AKUMA

*TING~TONG~*

Suara bel membuyarkan lamunan fabian, “siapa yang bertamu malam-malam begini??” ia berusaha menebak-nebak sambil berjalan kearah pintu. Dia membukanya sedikit.. “oh.. dokter joe..silakan masuk. ada apa malam-malam begini dok??”

“Tidak,, tidak apa-apa. Hanya kebetulan lewat dan mampir sebentar..oh iya, apa kau sudah tidur?? Maaf mengganggu istirahatmu” jawab joe ramah. “ah. Tidak.. tidak apa-apa. Lagipula kebetulan sekali dokter datang.. ada yang ingin aku bicarakan..” Fabian berencana mendiskusikan rencananya itu.

“oh, apa yang ingin kau bicarakan??” joe jadi penasaran. “Begini, saat ini aku sedang melatih seorang gadis yang akan mengikuti lomba piano antar sekolah 4 minggu lagi, saat ini aku hanya memberi privat seminggu sekali selama 2 jam. Tapi dia belum lancar juga..” jawabnya. “hmm.. lalu??” Joe mulai curiga.

“aku..aku ingin melatihnya lebih sering lagi supaya peluang menang untuknya lebih besar....” fabian agak merayu agar dokternya mengizinkan. “wow!! Gadis SMA rupanya.. hmm..jangan-jangan..kau memendam perasaan padanya ya??” joe bertanya dengan sedikit usil.

“haaa?? Aku?? Memendam perasaan padanya?? Dengan kondisi yang seperti ini?? TIDAK AKAN!” dia sedikit kesal dengan pertanyaan joe. Walaupun sebenarnya pertanyaan itu benar juga.. dia sedikit memendaam rasa pada angel. “whoa.. oke.oke..tidak usah emosi begitu, aku hanya bercanda kok..hahahaha baiklah, boleh saja. Tapi ingat, kalau merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kesehatanmu…hubungi aku. Oke?”

“OKE!!”

Keesokan harinya…

Fabian mengirim sms ke angel, isinya apakah angel ada waktu untuk menambah jam pertemuan privatnya? Angel langsung kegirangan. Tentu saja.. karena dia akan lebih sering bertemu dengan fabi-senseinya nya itu. Akhirnya, mereka sepakat mengatur jadwal privat 3x seminggu pada sore hari selama 3 jam. Fabian tidak menyangka, kalau itu adalah keputusan yang benar-benar salah.

Baru 2 minggu, tapi dia semakin sering merasa lelah dan sesak, semakin sering meminum obat penahan sakit yang diberikan dokter joe, dia juga semakin sering kontrol ke dokter. Dan hasilnya… buruk. Dia terlalu mem-forsir tubuhnya…sekarang fungsi jantungnya hanya tinggal 45% lagi dan dia belum juga mendapatkan donor yang sesuai.

Joe menyarankan fabian untuk menghentikan ini semua, menghentikan kegiatannya memberikan privat piano untuk angel. Tapi dia tetap bersikeras untuk menyelesaikan tugasnya pada angel. “hanya tinggal 2 minggu lagi.. Pasti bisa!!” begitu pikirnya. Dia juga selalu meyakinkan joe bahwa dia baik-baik saja.


To Be Continued

Gomen....angel-chan (part 2)

Title: Gomen.. angel-chan
Part(s): 2
Genre: Angst, Romance (?), sad ending, death-fic
Author: red_AKUMA


“aku pulaaaang~~” fabian memang selalu mengucapkan kalimat itu ketika masuk rumahnya walaupun dia hanya tinggal sendirian. Mungkin ini karena dia masih terbawa kebiasaannya saat masih tinggal bersama orangtuanya di Jepang. Sekarang ia tinggal sendirian di Indonesia, dia tidak punya sanak-saudara, orangtuanya sudah lama meninggalkannya saat ia masih berusia 5 tahun. Dia ditinggalkan dengan aset milik orangtuanya yang diatas namakan untuknya. Makanya dia sudah terbiasa hidup mandiri.

“hmm…perlombaan itu tinggal 4 minggu lagi ya..” katanya ketika melihat kalender “sayang sekali kalau Angel sampai kalah, bakatnya sudah terlihat, tapi apa ia bisa menang ya?? Dia kan latihan hanya seminggu sekali..itupun masih kaku” batinnya. Fabian berpikir, kalau dia melatih angel lebih sering.. pasti hasilnya akan cepat terlihat, dan peluang kemenangan Angel juga akan semakin besar.
Dia lalu merebahkan badannya di kasur “hmm… sepertinya aku memang harus lebih sering lagi melatihnya.. Tapi…” ia lalu mengeluarhan botol silinder kecil yang terbuat dari bahan plastik transparan berisi tablet-tablet kecil, mirip botol tablet vitamin. Dia menatap botol itu….

Dua bulan yang lalu…

“Dok.. sebenarnya saya ini kenapa??” Tanya fabian pada dokter Joe. Dokter pribadi yang sudah lebih dari 30 tahun mengabdi pada orangtua fabian. Sebenrnya dia adalah seorang yang anti-dokter dan benci obat, tapi hari itu dia memaksakan diri membuat janji dengan dokter pribadinya untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Beberapa hari ini dia sering merasa badannya lelah, dadanya juga kadang terasa sesak seperti tertindih oleh benda yang sangat berat.
Setelah pemeriksaan kesehatannya selesai, dokter itu terdiam…tidak banyak bicara..seperti menyembunyikan sesuatu. “kenapa dok??” fabian memaksa Joe agar menjelaskan kondisi yang sebenarnya. “umm…saya tahu ini pasti tidak mudah untukmu..fab, kamu..jantungmu bermasalah…” jawabnya. Fabian tidak percaya dengan perkataan dokternya “ap..apa dok?? Jantung?? Jantung saya kenapa?? Saya tidak pernah punya penyakit jantung dok…”
joe menjawab pertanyaan itu dengan serius “iya, saya mengerti.. tapi berdasarkan keseluruhan hasil pemeriksaan, fungsi jantungmu mengalami penurunan. Dan hal ini memang bisa terjadi”. Dunianya serasa runtuh, dia benar-benar tidak menyangka kalau ternyata…

“kalau begitu…fungsi jantung saya..berapa persen lagi dok??” Tanya fabian ketika sudah agak tenang. Dia berharap hasilnya tidak terlalu buruk. “penurunannya hampir 50% , sekarang fugsinya hanya tinggal 55% lagi…”.
“apa?!! 55%??? lalu, apa yang harus saya lakukan dok??” Tanya fab dengan lemas. “kita harus segera mencari donor jantung yang sesuai denganmu. Lebih cepat maka akan lebih baik. Dan selama menunggu donor itu…obat ini akan mebantu mengurangi rasa sakitnya dan sedikit membantu mempertahankan fungsi jantungmu” joe mengulurkan botol berisi tablet-tablet kecil itu.
“dokter…kira-kira, sisa umur saya tinggal berapa lama lagi dok??” suaranya bergetar karena menahan tangisnya agar tidak pecah. “sayang sekali, saya tdak bisa memperhitungkan hal itu…sampai kapan kamu bisa bertahan, maka itulah umurmu”

To Be Continued

Gomen....angel-chan (part 1)

Title : Gomen...angel-chan
part: 1
Genre : Angst, romance (?), sad ending, death-fic
Author : @red_AKUMA

“Fabi-sensei! Kenapa melamun??” suara gadis itu membuyarkan lamunan Fabian. “eh, siapa yang melamun?? Tidak koq” jawabnya. “Hmm….sensei bohong..aku tahu dari tadi sensei melamun kok.” Protes gadis itu. Tapi fabian tetap tidak mau mengakuinya “ah, ya sudahlah..itu tidak penting. Ayo kita lanjutkan saja les pianonya” katanya sambil tersenyum pada gadis itu.

Dua jam kemudian….

“nah, sampai sini dulu pelajaran hari ini. Teruslah berlatih agar jari-jarimu tidak kaku ya!” Fabian lalu berjalan keluar ruangan itu sambil mengenakan jaketnya. “Fabi-sensei!!” tiba2 gadis itu memanggil.. “hmm ya?? Kenapa?” balas senseinya itu.

Gadis itu berkata dengan malu-malu “boleh kuantar sampai gerbang depan??” petanyaan itu meimbulkan keheningan sesaat… hingga jawaban fabian memecahkan keheningan itu “sayang sekali.. tapi tidak boleh.”

“yahh~~ sensei kok gitu?? Kenapa tidak boleh?” protes gadis itu dengan sedikit kecewa. “hei. Di luar anginnya sangat kencang, nanti kamu bisa sakit.lagipula bukankah besok kau ada ujian?? Sensei ga mau kamu sakit sampai ga ikut ujian gara-gara nganterin sensei loh” jawab fab sambil tertawa kecil. “nah.. sekarang, aku pulang dulu. sampai jumpa angel-chan” katanya sambil keluar dari rumah angel.

“huh..aku memang tidak akan pernah menang kalau berdebat denganmu. baiklah..baiklah.. sensei menang lagi.” Gerutu angel, lalu ia berteriak “Sampai jumpa sensei!! Pertemuan berikutnya jangan melamun lagi ya!”. Fabian hanya membalasnya dengan lambaian tangan.

Angel lalu menutup pintu rumahnya sambil membatin “sigh.. sensei aneh sekali hari ini…kenapa ya? Bikin khawatir aja… sensei..aku sayang..sensei..” lalu ia masuk ke kamar dan membanting tubuhnya ke kasur…lelah sekali hari ini. Sampai-sampai ia langsung tertidur. Tapi ia senang juga, bertemu dengan guru privat pianonya itu.

***********************************

Ya, “Fabi-sensei” adalah panggilan Angel untuk Fabian, guru privat pianonya. Karena itu, Fabian pun memanggil Angel dengan panggilan “Angel-chan” karena umurnya yang beberapa tahun lebih tua daripada Angel. Sudah 3 bulan ini Angel meminta les privat piano pada fabian karena ia melihat penampilannya yang sangat memukau saat acara penggalangan dana untuk membantu warga kurang mampu di daerah tempat tinggalnya.

Angel masih duduk di bangku kelas 2 SMA, dia sangat berbakat di bidang musik. Berbagai kompetisi sudah dia menangkan.. tapi hanya 1 alat musik yang tidak bisa dia mainkan dengan baik.. piano. Sedangkan gurunya memaksa angel agar mengikuti lomba piano antar sekolah yang akan diselenggarakan 4 minggu lagi, karena itulah dia meminta privat pada Fabian. Hanya sampai perlombaan itu selesai saja.

************************************



To Be Continued